Bahasa Arab merupakan bahasa yang memiliki kaitan erat dengan agama Islam, karena bahasa Arab digunakan sebagai bahasa wahyu Al-Qur’an. Diakui atau tidak, dengan turunnya persinggungan antara Islam dengan bahasa Arab sangat membawa keuntungan yang besar bagi bahasa Arab, baik dari sisi ilmu tata bahasa, maupun dari sisi eksistensi bahasa Arab hingga saat ini. Namun di balik itu juga mendapatkan banyak sorotan, ketika penafsiran Al-Qur’an yang dilakukan oleh para ulama tafsir pada zaman klassik tidak menggambarkan keramahan gender yang berdampak pada justifikasi bahwa Islam itu bias gender dan selanjutnya bahasa Arab juga sebagai bahasa Al-Qur’an dijustifikasi sebagai bahasa yang melanggengkan diskriminasi gender. Anggapan tersebut menjadikan para pegiat gender tidak berhenti untuk menyoroti Islam dan bahasa Arab dalam kaitannya dengan kesetaraan gender hingga pada dasawarsa terakhir sekarang.