Buku ini merupakan sebuah eksplorasi akademik yang mendalam mengenai dinamika dan implementasi studi Living Qur’an (LQ) dalam kajian Al-Qur’an di Indonesia. Melalui pendekatan sistematis, buku ini memetakan pergeseran paradigma dalam kajian Al-Qur’an dari pendekatan tekstual menuju pendekatan sosial-budaya yang lebih kontekstual. Salah satu fokus utama buku ini adalah implementasi studi LQ di empat PTKIN utama di Sulawesi, yakni UIN Alauddin Makassar, UIN Datokarama Palu, IAIN Manado, dan IAIN Kendari. Penulis mengidentifikasi pola implementasi yang mencerminkan keberhasilan sekaligus tantangan, seperti kurangnya konsistensi metodologis dan ambiguitas dalam pemahaman tentang substansi studi LQ.
Selain itu, buku ini juga menyoroti kekuatan dan kelemahan pendekatan LQ. Kekuatan utamanya terletak pada kemampuannya untuk menghubungkan dimensi normatif Al-Qur’an dengan konteks sosial-budaya. Namun, ambiguitas metodologis sering kali mengaburkan batas antara kajian LQ dan sosiologi agama. Penulis memberikan rekomendasi strategis untuk mengatasi kelemahan ini, seperti perlunya panduan metodologis yang lebih jelas dan penguatan landasan teoretis.
Buku ini ditujukan kepada akademisi, mahasiswa, dan peneliti sebagai referensi penting bagi pengembangan lebih lanjut studi LQ di Indonesia. Dengan menawarkan perspektif baru dan kritis, buku ini diharapkan mampu memperkaya wacana akademik di bidang Studi Al-Qur’an dan memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan keilmuan Islam modern.